Sunday, September 5, 2010

Beckham Comeback 11 September

[ Sabtu, 04 September 2010 ]
Beckham Comeback 11 September
LOS ANGELES - David Beckham akan kembali beraksi. Dia berencana comeback ke lapangan hijau pada 11 September nanti. Beckham absen sejak pertengahan Maret lalu karena cedera sobek tendon achilles saat membela AC Milan. Akibatnya, pemain Los Angeles Galaxy itu terlempar dari skuad Inggris ke Piala Dunia 2010.

"Tanggal yang ditentukan dokter (untuk kembali bermain, Red) adalah 1 Oktober. Tapi, saya selalu berkeyakinan bakal bermain lagi sebelum itu," kata Beckham seperti dilansir Associated Press kemarin (3/9).

Beckham bertekad turun membela Galaxy pada laga melawan Columbus Crew dalam lanjutan MLS (Liga Sepak Bola AS) 11 September nanti. Itu merupakan big match karena kedua tim kini menghuni dua besar klasemen overall sampai laga ke-22. Galaxy berada di puncak klasemen dengan 43 poin, sedangkan Columbus 41 poin.

"Saya sangat ingin terlibat dalam laga melawan Columbus. Saya siap berada di bench lebih dulu, lalu turun selama 15 sampai 20 menit," ucap Beckham.

Mantan kapten Inggris tersebut ogah menanggapi wacana balik ke timnas. Sejauh ini, pemilik 115 caps itu memang belum berpikir untuk pensiun. Eks bintang Manchester United dan Real Madrid tersebut mengincar kesempatan tampil di ajang Euro 2012.

"Saya tidak berpikir untuk pensiun dari timnas. Tidak saat ini. Kekhawatiran bakal hilang dari persaingan kompetitif dunia sepak bola mungkin hanya ada di kepala saya selama sepuluh detik. Saya yakin masih bisa," tandas Beckham. (dns/c9/ca)

PAWON TEMPLE

Pawon Temple is not a grave but as a place to keep King Indra's weapon namely Vajranala. Tiny temple 2 km east of Borobudur, contains a Buddha statue. The temple's style and the relief carved on the wall resemble most Javanese Hindu Temple. Pawon Temple is one and half kilometers westward from Mendut Temple and eastward from Borobudur Temple; it is also a Buddhist temple. When appreciating in detail, its sculpture is the beginning of Borobudur sculpture.

This temple was built with volcanic stones. Architecturally it is a blend of old Javanese Hindu and Indian art. Pawon temple is exactly in the central point of the straight line stretched from Borobudur to Mendut Temple. Perhaps it was built for kubera. It is on a wide rather terrace with steps. All parts are decorated with stupa(s) on dagoba(s) and its outside walls with symbolic pictures.

Saturday, September 4, 2010

Bonus Dapat Sahabat Seusia


Anggota Kelompok Senam Tri Dharma tidak hanya mendapatkan manfaat dari aktivitas senam yang mereka jalani. Mereka juga memperoleh banyak teman karena ikut dalam kelompok tersebut. Bahkan, tak sedikit yang mendapatkan sahabat dari arena olahraga itu.

Di kelompok tersebut, keakraban memang terjalin tanpa hambatan karena semua memiliki keinginan sama. Yakni, tetap bugar hingga usia tak lagi muda. Bagi mereka, usia bukan halangan untuk tetap beraktivitas. "Di sini ada peserta yang sudah berusia 70 tahun lebih," kata Handayani, koordinator Kelompok Senam Tri Dharma.

Meski umur sudah kepala tujuh, kata Handayani, mereka tetap menjalani aktivitas senam seperti anggota lain. Tidak ada rasa minder atau kecil hati. Yang ada justru happy. Sebab, mereka bisa bertemu teman seusia. Bagi yang berusia 60-an, teman yang bisa didapat lebih banyak. "Meski telah berusia 60 tahun, kami berupaya tetap terlihat muda," ujar Lies, salah seorang anggota.

Dari segi penampilan fisik, wanita 60 tahun itu memang tak jauh beda dengan mereka yang lebih muda. Tubuhnya masih langsing dan kencang. Wajah juga terlihat cerah. Tidak ada yang menyangka usia nenek sembilan cucu itu sudah kepala enam. "Senang ikut senam. Badan rasanya sehat terus," kata dia.

Selin mengungkapkan hal senada. Wanita 63 tahun itu juga masih tampak lincah. Padahal, ibu enam anak tersebut pernah menjalani cangkok organ. "Dulu senamnya jarang-jarang. Sekarang lebih rutin. Tiap ada latihan, seminggu empat kali, saya ikut," katanya.

Keaktifan anggota Kelompok Senam Tri Dharma juga tak lepas dari keakraban mereka. Karena sering bertemu, mereka menjadi akrab. Saling tukar informasi dan pendapat pun melahirkan keasyikan tersendiri. "Meskipun banyak yang bekerja, peserta tetap datang untuk latihan. Itu kesadaran pribadi mereka untuk menjaga kebugaran," tutur Handayani. (may/c10/soe)

Harry Redknapp Pelatih Lokal yang Pantas Gantikan Capello

[ Sabtu, 04 September 2010 ]
Harry Redknapp Pelatih Lokal yang Pantas Gantikan Capello
PAMOR Fabio Capello di mata publik Inggris terus merosot. Paling tidak, itulah yang tersaji dalam jajak pendapat yang diadakan harian The Sun. Hasilnya, hanya 13 persen responden yang masih ingin Capello bertahan.

"Sekitar 60 persen lebih suara menginginkan pelatih baru, khususnya dari Inggris. Sedangkan sisanya berpendapat bahwa persoalan pelatih timnas Inggris tidak penting," tulis The Sun.

Ketika polling menanyakan pelatih lokal yang pantas menggantikan Capello, pilihan terbanyak mengarah kepada Harry Redknapp. Pelatih Tottenham Hotspur itu mendapatkan suara 22 persen. Redknapp mengalahkan arsitek Liverpool Roy Hodgson dan pelatih Blackburn Sam Allardyce.

"Siapa yang tidak ingin menangani timnas Inggris? Tidak ada pelatih Inggris yang akan menolak tawaran dari timnas negeri sendiri," kata Redknapp dalam kesempatan terpisah.

Penolakan terhadap Capello juga datang dari dalam skuad Inggris. Jamie Carragher, defender Liverpool yang dibawa Capello dalam skuad Piala Dunia 2010, menyatakan kurang suka dengan pelatih asing. Dia mendukung kebijakan FA (Asosiasi Sepak Bola Inggris) yang akan memilih pelatih lokal sebagai suksesor Capello kelak.

"Yang seharusnya mewakili timnas adalah pemain terbaik, fisoterapi terbaik, dan tentu saja pelatih terbaik dari negeri itu sendiri," kata Carragher dalam wawancara kepada talkSPORT.

"Saya bermain untuk skuad Fabio Capello di Piala Dunia. Kami memiliki hubungan baik dan saya respek kepadanya. Tapi, saya pikir pelatih terbaik bagi timnas Inggris adalah pelatih asal Inggris," tandasnya. (dns/c10/ca)

Friday, September 3, 2010

Pengabdian Ubah Pribadi


TAK salah jika PDKI (Paguyuban Devosi Kerahiman Ilahi) memiliki banyak manfaat. Bahkan, mengikuti kegiatan di peguyuban tersebut membuat seseorang yang awalnya kurang dekat dengan Tuhan dan enggan mengabdi dapat berubah. Misalnya yang dialami Rea Gozali, ketua PDKI St Faustina ranting Tropodo.

Bahkan, menurut dia, bergabung di PDKI membuat dirinya bisa berbelas kasih kepada sesama. Lebih dari itu, aktif dalam kegiatan doa setiap Sabtu membuatnya menghadapi masalah tanpa susah. Kesulitan-kesulitan bisa teratasi sehingga tidak membebani diri. "Sekarang saya benar-benar berubah jika dibandingkan dengan dulu," ungkap wanita 54 tahun itu.

Dulu, Rea menyatakan sebatas menjadi umat Tuhan pada pengakuan di kartu tanda penduduk (KTP). Wanita berambut pendek tersebut tidak pernah berlama-lama di gereja. Saat duduk dalam rumah Tuhan itu, dia selalu gelisah. "Pengin cepat pulang," ungkap dia.

Seiring dengan petambahan usia, Rea makin dekat dengan Tuhan. Dalam dirinya timbul komitmen untuk memberikan pelayanan bagi sesama. Terlebih, kala itu dia sudah ditinggal mati suami. "Sejak saat itulah saya berubah 180 derajat," tegasnya.

Perubahan semakin terasa karena banyak kegiatan di PDKI yang dia ikuti. Bukan sekadar doa rutin, tapi juga kegiatan lain. Antara lain, bakti sosial dan tugas kolektan misa. "Kami juga jadi memiliki rasa kebersamaan," imbuh Sofi Muji Santoso.

Hal tersebut terwujud dari kegiatan gotong royong yang mereka lakukan. Misalnya, mempersiapkan perayaan ulang tahun. Sabtu malam lalu, ada beberapa orang yang diberi tugas menata ruang. Tapi, saat pengerjaan, lebih sepuluh orang ikut menyiapkan ruang. Dengan penuh semangat, mereka bekerja hingga pukul 22.00. (may/c11/nda)

Thursday, September 2, 2010

Melayat, Momen Saling Mengakrabkan


MENINGGAL dunia tidak hanya menyedihkan bagi keluarga yang ditinggalkan. Karena sudah seperti keluarga sendiri, anggota Paguyuban Moro-XIV Wilayah Timur sering merasa kehilangan saat ada anggota yang meninggal. Tahun ini tiga kali mereka merasakan kehilangan. "Sedih sekali jika ada yang meninggal," ungkap Laksma TNI (pur) I Made Renteb.

Meski sedih, sebisanya mereka tetap tegar dan mengutamakan keakraban. Mereka juga melayat saat anggota meninggal. Bahkan, saat ada keluarga anggota yang meninggal, juga dilakukan hal sama. Tidak hanya berbelasungkawa. Para anggota juga memberikan santunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Itu merupakan bentuk kegiatan sosial yang kami lakukan," ujar Kolonel (pur) Idrus Bahrien, sekretaris Paguyuban Moro-XIV Wilayah Timur.

Tidak hanya kegiatan sosial yang diandalkan Paguyuban Moro-XIV Wilayah Timur. Sebab, mereka sering mengadakan kegiatan insidental. Misalnya, rekreasi, reuni keluarga besar, bahkan reuni 40 tahun alumni Akademi TNI-Polri 1968. Pelaksanaannya, di AAL Bumi Moro Surabaya pada 12-14 Desember 2008. "Yang hadir sangat banyak, lebih dari seribu orang," lanjut Idrus.

Tentu saja, ketika itu mereka kangen-kangenan. Mereka mengenang masa lalu yang penuh tantangan. Memori lucu yang membangkitkan tawa sering muncul di antara mereka. Salah satunya, cerita tentang cara menata sprei. (may/c7/nda)

Wednesday, September 1, 2010

Ternak Ayam Pendukung Sukses


USAHA yang dijalankan Saryono-Siti Munijah memang ayam goreng. Tak salah bila mereka mengembangkan usaha beternak ayam. Mereka berpendapat, jika punya ayam sendiri, mereka tak bakal kesulitan. Stok berapa pun yang diinginkan pasti bisa terpenuhi. Selain itu, untung yang diraup lebih banyak. "Sekarang, kami punya sekitar 3.500 ekor ayam," tutur Saryono.

Ayam tersebut dipelihara di tempat kelahirannya, Trenggalek. Saudara-saudara Saryono membantu di bidang ternak. Kalau butuh ayam, Saryono tinggal mengambil dan membawanya ke Surabaya. "Lumayan bisa menambah keuntungan," ujarnya.

Demi mendapatkan keuntungan, mereka harus bisa memutar otak. Misalnya, tidak menaikkan harga semaunya. Sebab, kenaikan harga akan mengurangi minat pelanggan untuk datang. Jika pelanggan berkurang, keuntungannya otomatis berkurang. "Saya selalu bilang ke suami, meski harga murah, yang penting pembeli banyak," tutur Siti.

Rupanya, sistem tersebut mampu membawa keberhasilan. Meski sukses berbisnis, itu tidak berarti pasangan yang telah dikaruniai dua anak itu bisa bersantai di rumah. "Kalau hari raya, kami libur, tapi cuma empat hari," ucap Saryono.

Sebab, menurut dia, saat itu banyak orang yang makan di luar. Bahkan, dulu, keberhasilan Saryono-Siti dimulai ketika hari raya. Ketika itu, orang sibuk pulang kampung. Mereka malah berjualan. "Ternyata, keputusan kami tepat. Dengan berdagang pada hari raya, jualannya laku semua," tegasnya. (may/c8/nda)